Senin, 04 Maret 2013

Sekilas Tentang Islam di Timur Tengah


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Islam sebagai agama sebagaimana diketahui yaitu mengacu pada suatu sistem kepercayaan dan amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Islam juga berfungsi sebagai suatu negara seperti banyak terlihat di kawasan timur tengah. Islam sebagai negara merupakan suatu kesatuan dan kesepakatan politik yang dibangun berdasarkan pemahaman umat terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah serta konsepsi yang berkembang di masyarakat. Sedangkan Islam sebagai budaya memperlihatkan parpaduan peradaban antara Islam dan tradisi lokal.

Islam adalah agama yang memiliki karakteristik universal, bisa diterima di setiap tempat dan waktu. Tetapi ketika masuk ke suatu kawasan, karakteristiknya seolah hilang ke dalam kekuatan lokal yang dimasukinya. Oleh karena itu, karakteristik budaya Islam di berbagai wilayah menjadi variatif baik dari segi budaya itu sendiri, ekonomi, kesenian, pendidikan, hukum islam dan sebagainya. Hal ini menarik para sejarawan untuk meneliti Islam lebih dalam lagi terutama banyak dari sisi sejarahnya.

B. RUANG LINGKUP

Sejak Islam lahir abad ke 7M di Jazirah Arab kemudian masuk wilayah luar antara abad ke 7 sampai dengan 13 seperti Syiria, Afrika Utara, Mesir, Al-Jajair, Maroko Spanyol, Persia, Asia Tengah, Turki, India, Cina, Melayu telah menunjukan berbagai fenomena serta islamisasi yang tentunya sangat berbeda antara kawasan yang satu dengan yang lain.

Kawasan studi Islam merupakan kajian yang bisa menjelaskan bagaimana pertumbuhan perkembangan, ciri-ciri sosial budaya Islam di berbagai negara dan sebagainya. Mengingat luasnya dan ragamnya objek kajian studi kawasan sebagaiman kompleksnya dunia Islam itu, maka makalah ini akan membahas kawasan studi islam timur tengah saja.

C. TUJUAN PEMBAHASAN

Islam sekarang ini banyak diteliti terutama pada sejarahnya. Peneliti bukan hanya dari kalangan muslim melainkan dari kalangan non muslim pun banyak bahkan mungkin lebih banyak dari kaum muslim itu sendiri. Mereka (kalangan non muslim) meneliti Islam bertujuan untuk pengambangan ilmu, karena memang mereka memiliki etos keilmuan yang tinggi dan juga didukung oleh adanya dana dan kemauan politik dari para pemimpinannaya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan umat islam. Tentu saja pembuatan makalah ini bukan untuk mencari kekuatan dan kelemahan Islam tetapi lebih untuk memenuhi segi akademik, tetapi jauh dari itu mahasiswa khususnya dan umat islam pada umumnya mengetahui keagungan Islam sebagai Rahmatan Lilalamin, menambah pengetahuan dan keyakinan para kaum muslimin bahwa pada kenyataannya masyarakat Islam sangatlah berbeda.


BAB II
PEMBAHASAN


A. Timur Tengah Di Mata International

Negara-negara Arab sampai sekarang disebut sebagai “The Middle East” atau Timur Tengah yang menjadi sentral antara dunia timur dan dunia barat. Timur Tengah menjadi wilayah yang sangat sensitif, baik dari segi kestrategisan lokasi, politik, ekonomi, kebudayaan dan keagamaan. Kestrategisan seperti letaknya yang menghubungkan 3 benua yaitu Asia, Afrika dan Eropa. Dari segi ekonomi Timur Tengah merupakan kawasan sumber minyak terbesar di bandingkan kawasan lain. Cadangan minyak mentah tersebut merupakan kebutuhan dunia yang semakin langka sehingga Timur Tengah berperan penting dalam percaturan politik dan ekonomi international. Selain itu negara-negara di Timur Tengah juga dikenal sebagai pengimpor senjata sehingga dengan mudah memperoleh devisa. Lalu lintas perdagangan pun bukan hanya terlihat dari kegiatan ekspor-impor senjata melainkan kawasan ini juga menjadi pasar bagi negara-negara industri. Timur Tengah merupakan tempat lahirnya 3 agama besar yaitu agama Yahudi, Kristen dan Islam. Karena kestrategisan tersebut kawasan ini menjadi perebutan bangsa-bangsa besar apalagi setelah ditemukannya sumber minyak terbesar sebagai cadangan minyak mentah dunia yang menjadi kebutuhan dunia.

Beberapa telah mengkritik istilah ‘Timur Tengah’ karena Erosentrisme. Wilayah ini terletak di timur Eropa barat. Bagi India, dia terletak di barat, bagi Russia dia terletak di selatan. Penggunaan kata ‘Tengah’ juga telah membingungkan bagi sebagian orang. sebelum Perang Dunia I, ‘Timur Dekat” digunakan Inggris untuk menunjuk ke daerah Balkan dan Kerajaan Ottoman, sedangkan ‘Timur Tengah’ untuk Persia, Afganistan, dan Asia Tengah, Turki dan Kaukasus. Sedangkan ‘Timur Jauh’ menunjuk ke negara-negara ‘Asia timur’ seperti Tiongkok, Jepang, Hong Kong, dan lain-lain. Dengan hilangnya Kerajaan Ottoman pada 1918, ‘Timur Dekat’ hampir hilang dalam penggunaan umum, sedangkan ‘Timur Tengah’ digunakan untuk menunjuk ke negara-negara Islam. Namun penggunaan ‘Timur Tengah’ tetap digunakan oleh beberapa disiplin akademi, termasuk arkeologi dan sejarah kuno. Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua Asia atau Afrika-Eurasia. Wilayah tersebut mencakup beberapa kelompok suku dan budaya termasuk suku Iran, suku Arab, suku Yunani, suku Yahudi, suku Berber, suku Assyria, suku Kurdi dan suku Turki. Bahasa utama yaitu: bahasa Persia, bahasa Arab, bahasa Ibrani, bahasa Assyiria, bahasa Kurdi, dan bahasa Turki. Dalam perkembangan terakhir, negara-negara yang sering diikutkan dalam penamaan kawasan Timur Tengah antara lain : Suriah, Libanon, Palestina, Israel, Mesir, Arab Saudi, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Irak, Kuwait. Kemudian negara-negara Afrika Utara yang termasuk yaitu Maroko, Aljazair, Libya, Tunisia, Mauritania, Sahara Barat, Sudan, Etiopia, Eritera, Jibuti. Kadangkala negara-negara berikut juga diikutkan seperti Iran, Pakistan, dan Turki. [1]

B. Sejarah Dan Perkembangan Islam Di Timur Tengah

Manusia adalah makhluk sempurna karena mempunyai akal. Dengan akalnya manusia akan berfikir dan berusaha untuk mempertahankan hidupnya. Manusia berpikir dan berusaha dengan bekalnya berupa akal akan membenuk kebudayaan. Karena kebudayaan itu sendiri berasal dari budaya atau akal.

Seperti telah dijelaskan bahwa wilayah timur tengah bukan merupakan wilayah dilihat dari batas geografis, melainkan dari segi kebudayaan. Yaitu budaya arab. Budaya arab tidak mesti Islam dan budaya Islam tidak mesti Arab. Banyak non muslim tinggal di negara arab dan berbudaya arab. Bahkan sebelum Islam datang di Jajirah Arab, kepercayaan yang dianut setiap suku berbeda-beda. Pada saat tersebarnya Islam ke kawasan Timur Tengah, maka tersebar pula budaya arab karena Islam berbasis bahasa Arab.[2]

Tersebarnya Islam ke luar mekah dan madinah tidak lain berkat perjuangan dan kegigihan Nabi Muhammad kemudian dilanjutkan oleh khulafaurrasyidin. Setelah masa khulafaurrasyidin usai, islam dikuasai Bani Umayyah, kamudian daulah Abbasiyah. Selain Abbasiyah pada masanya juga muncul dinasti-dinasti kecil dan besar yang memisahkan diri dari Baqdad, ada juga yang menjadi wilayah upeti tahunan kepada pemerintah pusat. Berikut ini sedikit mengulas Islam pada masa Rasulullah sampai dinasti Abassiyah yang diserang pasukan mongol.

1. Periode Mekah dan Madinah

Islam pertama kali disiarkan secara diam-diam. Mulai dari lingkungan keluarga. Siti Khadijah disusul Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Harisah. Kemudian dari luar keluarga yaitu sahabat Abu Bakar. Dari Abu Bakar disiarkan kepada Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Talhah Ibn Ubaidillah, Saad ibn Abi Waqqas, Zubair ibn Awwam serta Ubaidah ibn Jarrah dan banyak lagi. Setelah tiga tahun berdakwah secara diam-diam, maka disuruhlah Nabi Muhammad mengumumkan Islam secara terang-terangan sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Asy-Syura : 214. Kaum Quraisy merasa terancam dengan berkembangnya dakwah Islam dan berusaha menghalang-halangi dengan berbagai cara, menyiksa bahkan membunuh. Kemudian Nabi SAW memerintahkan untuk berhijrah ke Abesinia (Ethiopia sekarang). Sedangkan nabi sendiri setelah merasa tertekan sekali berada di Mekah, beliau hijrah ke Taif di tengah suku Saqif namun ditolak. Setelah itu Nabi hijrah ke Yastrib (Madinah sekarang).

Di Madinah Nabi SAW membentuk komunitas muslim dan segera meletakkan dasar-dasar masyarakat Islam (piagam madinah) yaitu :

a. Mendirikan mesjid untuk beribadah kepada Allah. Selain itu untuk tempat berkumpul dan bertemu, mengadili perkara dan jual beli. Namun pada perkembangannya dipisahkan untuk menjaga kekhusyukan dalam beribadah.
b. Mempersaudarakan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin.
c. Perjanjian untuk saling membantu antara kaum muslimin dan non muslim.
d. Meletakan landasan politik, ekonomi dan kemasyarakatan bagi negeri Madinah dengan prinsip keadilan.

Persoalan antara kaum muslimin dengan kaum quraisy belumlah selesai. Terjadilah perang Badr, perang Uhud dan perang Khandaq. Adanya perjanjian Hudaibiyah kemudian disusul Fathu Mekah. Perang Hunain dan Taif karena suku Saqif masih membangkang. Perang Mut’ah dan Tabuk dengan bangsa Romawi. Pada tahun ke 9 H banyak delegasi masuk Islam. Tahun ke 10 H rombongan besar melaksanakan haji. Inilah haji terakhir bagi Nabi SAW dan merupakan haji wada. Tiga bulan dari haji wada Nabi SAW sakit dan wafat. Wilayah Islam di akhir hayat Nabi SAW yaitu, Mekah, Madinah, Thaif, Badr, Quba, Uhud, Khaibar, Fadak, Tabuk, Mu’tah, Taima dan lain sebagainya.[3]

2. Periode Khulafaurrasyidin

Empat orang pengganti Nabi SAW yang pertama adalah para pemimpin yang adil dan benar. Yaitu :[4]

a. Abu Bakar as-Siddiq (11-13H / 632-634M)
Yang dilakukan Abu Bakar yaitu membangun kembali kesadaran dan tekad umat setelah Nabi SAW wafat. Menumpas nabi-nabi palsu. Penumpasan terhadap orang-orang murtad. Memerangi yang enggan membayar zakat. Memulihkan ketertiban di dalam negeri dan memperkuat perbatasan dengan Persia dan Byzantium.

b. Umar Bin Khattab (13-23H/634-644M)
Memperluas wilayah kekuasaan adalah hal pertama yang dilakukan. Yaitu Damaskus ibukota dari Suriah, Iskandaiyah ibukota Mesir yang dipindahkan ke Futsat. Memperkuat bidang pertanian (membangun waduk-waduk, kanak-kanal, pintu irigasi dsb). Mendirikan Al-Diwan untuk mengatur gaji. Membangun pekan-pekan pasar dan pengawas pasar. Mengontrol harga, timbangan, takaran. Menjaga ketertiban dan kesusilaan dan sebagainya.

c. Usman bin Affan (24-36H/644-656M)
Langkah yang dilakuakn usman yaitu memperluas dan melindungi kawasan taklukan. Membentuk supermasi kelautan. Mengembangkan sumber daya alam (membuat jalan, aliran air, pohon-pohon dan buah-buahan ditanam).

d. Ali bin Abi Thalib(36-41H/656-661M)
Langkah pertama Ali yaiu menghidupkan cita-cita Abu Bakar dan Umar. Menurunkan semua gubernur yang tidak disenangi rakyat. Ali lebih banyak berperang melawan oposisi terutaa Muawiyah karena perebutan kekusaan.
Wilayah Islam pada masa ini sudah meluas ke timur persia dan barat persia, Suriah, dan Mesir.
3. Masa Bani Umayah
Dinasti ini berkedudukan di Damaskus. Masa pemerintahan Bani Umayah terkenal sebagai suatu era agresif, perhatian tertumpu pada perluasan dan penaklukan wilayah. Pemimpin yang tekenal yaitu Muawiyah. Wilayah itu meliputi Spanyol, wilayah Afrika Utara, Jajirah Arab, Suriah, Palestina, Irak, Persia, Afganistan, India dan negeri-negeri yang sekarang dinamakan Turkmenistan, Uzbekistan, dan Kirgiztan dan termasuk Sovyet, Rusia.

4. Masa Bani Abbasiyah
Dinasti ini berkedudukan di Baqhdad. Khalifah yang tekenal yaitu Harun Arrasyid. Kekuasaan Bani Abbasiyah tidak seluas Bani Umayah karena adanya dinasti yang berdiri sendiri. Dinasti ini runtuh diserang pasukan Mongol. Pada masa Dinasti Abbasiyah banyak berdiri dinasti-dinasti di kawasan budaya Arab. Dinasti ini merupakan cikal bakal berdirinya negara-negara di timur tengah.[5]





[1] Wikipedia, Timur Tengah, http://id.wikipedia.org/wiki/Timur_Tengah


[2] Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, (Jakarta: Logos,1997). Hlm. 2.


[3] Ibid.Hlm. 17-43.


[4] Ibid.Hlm. 45-67.


[5] Ibid. Hlm. 69-10



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar